Archive for the ‘Pendidikan’ Category

GURU MENULIS BUKU PELAJARAN SENDIRI, SULITKAH?

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.

Buku adalah sumber ilmu yang tak ada habisnya yang seharusnya memang sangat diperlukan bagi siapa pun yang terlibat dalam dunia pendidikan khususnya. Selama beberapa tahun terakhir banyak orangtua siswa yang mengeluhkan mahalnya biaya buku pelajaran yang tiap tahun berganti. Buku sang kakak tak bisa lagi dipakai sang adik karena isinya sudah berubah. Urusan buku ini pun cukup menjadi momok disamping semakin meningkatnya harga BBM dan kebutuhan sehari-hari. Buku pun menjadi barang mahal yang hanya bisa dibeli oleh orang berkocek tebal. Suatu hal yang sungguh menjadi suatu keprihatinan bagi para pendidik dan juga orangtua anak bangsa yang sangat memerlukan pendidikan.

Syukurlah pemerintah mau juga memperhatikan masalah ini, hingga beberapa waktu lalu muncullah suatu terobosan baru yang nampaknya menjadi angin segar bagi dunia pendidikan kita. Terobosan itu adalah program buku murah yang diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Saat ini pembelian hak cipta masih terbatas pada pembelian buku-buku materi pelajaran sekolah, namun semoga saja di masa yang akan datang akan terbuka juga untuk buku-buku umum. Dengan pembelian hak cipta ini maka Diknas akan meng-upload materi di website mereka dan bebas diunduh dan diperdagangkan oleh siapa saja dengan kisaran harga antara Rp 4.000,- sampai Rp 13.000,-. Hal ini sungguh suatu hal yang menggembirakan agar tak ada lagi anak sekolah yang tidak memiliki buku pelajaran.

Sesungguhnya ini adalah peluang yang sangat besar bagi para penulis terutama guru yang ingin menulis buku pelajaran yang mereka ajarkan sendiri sesuai dengan standar tertentu agar buku tersebut layak dipergunakan dan diperjual belikan. Sayangnya daya menulis nampaknya sangat kurang di kalangan guru dan pendidik kita. Padahal menulis dapat menjadi sarana para guru untuk membangun kredibilitas akademik mereka sekaligus untuk mengembangkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Meski pun mungkin banyak yang akan berkilah “tidak sempat” karena maklumlah kondisi guru di negara kita terkadang mengharuskan mereka untuk bekerja dobel bahkan triple untuk mencukupi kebutuhan hidup yang tidak sedikit.

Hingga muncul pertanyaan “Guru menulis buku sendiri, sulitkah?”. Pertanyaan yang memunculkan jawaban relatif namun layak dipikirkan jika kita peduli untuk membangun kondisi pendidikan nasional yang lebih baik dan mantap. Dengan menulis sendiri buku pelajaran tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, selain mengembangkan ilmu, akses bagi murid yang lebih mudah, kesempatan mendapatkan royalti dan kredibilitas akademik yang sudah pasti akan diakui dengan sendirinya. Lebih dari itu, menulis berarti membagi ilmu yang berarti beramal baik. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain?.

Menulis memang relatif sulit, maka memang perlu beberapa perjuangan dan pengorbanan misalnya pengorbanan waktu untuk menulis dan mencari materi atau melakukan riset. Namun apabila selesai tentu akan menjadi suatu hal yang sangat memuaskan dan melegakan. Hal ini berkaitan dengan idealisme seseorang. Jika ia mempunyai “strong will” (kemauan yang kuat) dan “good habit” (kebiasaan yang baik)maka apa pun dapat dilakukan. Termasuk menulis sebuah karya.

Sebenarnya menulis adalah hal yang mudah. Jika ingin menulis, maka menulislah. Jangan ditunda sampai ide hilang dari benak. Kalau setiap kali hanya berkata ingin menulis, maka tak akan pernah menjadi tulisan. Tulislah dengan perlahan, insyaAllah akan menjadi lancar dengan sendirinya. Tinggal mencari bahan yang cukup, pembaca dan editor yang kompeten dalam menilai tulisan kita.

Yang paling penting jika kita ingin menulis adalah banyak-banyaklah membaca, berdiskusi, mengamati siswa, membuka kembali materi kuliah, mengamati guru lain ketika mengajar, berpikir dan segala hal yang bisa kita lakukan untuk menggali dan mengeksplorasi ide menulis dan tentu saja mulai menuangkan ide kita ke dalam bentuk tulisan. Ada banyak jalan bagi kita sebagai guru untuk turut membantu pemerintah dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah dengan menulis buku. Bangkit guru Indonesia! Bangkit pendidikan Indonesia!

Gita Lidya, S.Pd

Guru. Mengajar di Samarinda, Kalimantan Timur.