Kenapa Inflasi Jahat? (Bagian Dua)
July 17, 2008 – 7:21 amDownload PDF.
Sambungan dari bagian satu.
Tangan-Tangan Kotor
Inflasi, biar bagaimanapun adalah hal yang merugikan dalam suatu perekonomian. Dalam dugaan awal kita, pasti kita berpikir bahwa semua orang tidak menyukai inflasi, dan semua orang dirugikan oleh adanya inflasi. Tapi ternyata yang terjadi tidak selalu demikian, kebanyakan orang memang tidak suka dengan inflasi, tapi ada segelintir orang yang bukan hanya suka, bahkan mereka menciptakan inflasi. Inflasi akan merugikan ketika kita adalah orang dengan penghasilan yang tetap, naiknya harga-harga tidak diikuti oleh naiknya pendapatan kita. Tetapi inflasi tidak akan merugikan bahkan menguntungkan jika kita adalah orang yang memiliki deposito dalam jumlah besar di bank konvensional, artinya inflasi akan menguntungkan ketika kita memiliki banyak uang untuk diputar dengan instrumen bunga. Penerapan suku bunga akan menambah jumlah uang ke dalam suatu perekonomian, tetapi yang jadi masalah adalah uang yang baru masuk ke dalam perekonomian tersebut tidak terdistribusikan secara merata kepada seluruh pelaku ekonomi, melainkan ketangan segelintir pemilik modal saja. Akibatnya biaya inflasi sebagian besarnya ditimpakan kepada orang yang tidak menerima uang baru tersebut, yaitu orang-orang miskin yang tidak memiliki deposito di bank. Mereka tidak menikmati uang baru tersebut, tetapi mereka tetap terkena imbasnya, yaitu inflasi. Logikanya mirip dengan praktik split (memecah saham menjadi dua, yang mengakibatkan turunnya nilai saham menjadi setengahnya) pada saham, hanya saja dalam kasus ini tidak semua uang ‘di-split‘, tapi hanya uang yang berada di bank saja.
Inflation Tax
Kita mengenal inflation tax sebagai pajak yang diambil oleh pemerintah dari orang yang memegang uang dengan cara pemerintah mencetak lebih banyak uang untuk membiayai kebijakan ekspansi ekonominya. Tapi ternyata inflation tax bisa juga bermakna sebagai ‘pajak’ yang diambil oleh pemilik modal dari masyarakat umum ketika perbankan ‘mencetak’ uang dengan cara menyalurkan kredit. Suatu konspirasi yang sangat cerdas dan jahat saya kira, sekelompok orang berhasil membuat perekonomian bekerja untuk mereka, bukannya sebaliknya. Inilah ‘konspirasi orang-orang cerdas egois’ itu. Konspirasi yang membuat sistem bekerja secara otomatis memindahkan hasil kerja keras orang miskin ke rekening-rekening orang kaya. Itulah sebabnya orang sering bilang, “waspadalah terhadap orang jahat”, tapi disini saya tambahkan, “terutama jika ia cerdas”.
Rachmad Satriotomo
Mahasiswa Fakultas Ekonomi UI

1 Trackback(s)
You must be logged in to post a comment.