Archive for July, 2008

MENEPATI JANJI (Bagian Dua)

Thursday, July 24th, 2008

Download PDF.
Sambungan dari bagian satu.

Lupakan pemimpin-pemimpin kita yang sama sekali tidak bisa dicontoh itu. Lihatlah cara Nabi memberi contoh umat-nya dalam berbisnis. Rasulullah SAW, sang teladan abadi, dalam berbisnis tidak pernah sekalipun membohongi pelanggannya. Beliau selalu mengantarkan barang sesuai dengan jumlah yang dipesan dan dengan kualitas barang yang disepakati bersama. Beliau sama sekali tidak memberi kesempatan kepada pelanggannya untuk mengeluh, walau hanya sekali saja. Positioning beliau sebagai pedagang yang terjujur dan paling dapat dipercaya, begitu kuat melekat, bahkan oleh musuh-musuhnya sekalipun. Prinsip-prinsip pembentukan positioning yang dicontohkan Nabi ini tetap dan akan terus relevan dengan dunia modern kini. Dan, lagi-lagi, anda tidak mesti harus ber-modal dan ber-keahlian yang luar biasa untuk menepati “janji-janji” anda kepada konsumen.

Di rumah kami, ibu saya membuka toko kecil yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Di kompleks perumahan kami, cukup banyak warung-warung sejenis, bahkan sudah ada toko besar di sana. Namun, sejak dibuka sekitar 8 tahun yang lalu, alhamdulillah hingga kini warung kami tersebut masih berjalan lancar. Padahal kalau pake hitung-hitungan kasar, mestinya warung kami itu sudah lama bangkrut. Selain banyaknya pesaing, harga yang warung ibu saya tawarkan juga tidak terlalu kompetitif. Harga pasar-lah, gitu. Untuk produk tertentu, termasuk mahal malahan. Barang-barangnya juga tidak komplit banget. Malah banyak orang sering kecele karena ibu saya tidak menjual rokok, barang dagangan eceran terlaris yang telah menjadi menu wajib di hampir semua warung-warung kecil. Dari segi fasilitas, bangunan fisik warung ibu saya juga biasa-biasa saja. Tidak bisa untuk disebut nyaman. Benar-benar tidak ada yang istimewa. Jadi, kalaupun tidak bangkrut, mestinya paling tidak warung ibu saya itu tidak terlalu laku. Tetapi itulah kenyataannya, warung ibu saya tetap ramai.

Setelah hampir menyerah, akhirnya saya menemukan satu “keistimewaan” warung ibu saya itu. Yaitu, kejujuran dan keramahan. Yah, ibu saya terkenal jujur dalam berdagang. Kalau timbangannya kurang sedikit saja, ibu saya memberitahukan hal itu terlebih dahulu ke pembeli untuk dapat persetujuan. Tak jarang ibu saya berteriak memanggil-manggil pembeli untuk kembali karena ternyata ibu saya kurang dalam memberi uang kembalian. Tidak jarang juga ibu saya mengembalikan uang pembeli yang alpa memberi uang terlalu besar. Penilaian tetangga kami-pun menjadi positif. Tak heran bila seorang anak kecil yang belum bisa bicara dengan lancar sekalipun, sudah sering disuruh oleh ibunya untuk berbelanja di warung kami. Tak ada kekhawatiran bahwa mereka akan ditipu atau dicurangi. Keramahan dan kebaikan hati juga menjadi faktor keistimewaan lain dari warung ibu saya dibandingkan dengan pesaingnya. Bukan pemandangan yang aneh bila di warung kami ada pembeli yang betah berdiri sampai berpuluh-puluh menit hanya untuk ngobrol dengan ibu saya. Malahan, tidak sedikit tetangga kami yang menjadikan warung ibu saya itu sebagai tempat curhat!

Walau sedari awal tidak menetapkan positioning warung kami, secara tidak sadar, ibu saya telah membentuk “posisi” warung kami itu di benak konsumen (tetangga kami) sebagai “warung yang ramah dan terpercaya” dengan sangat kuat.

Begitu kuatnya Positioning warung kami ini melekat, sehingga ada tetangga kami yang seorang pendeta sangat sering berbelanja di warung kami dan selalu dalam jumlah besar. Sebegitu seringnya, sampai-sampai ibu saya sudah menganggapnya sebagai salah satu konsumen terpenting. Padahal tidak jauh dari rumah bapak pendeta itu ada warung yang sama seperti warung kami, bahkan pemiliknya se-agama dengan si bapak pendeta itu. Sementara di sisi lain, ibu saya sudah terkenal di lingkungan kami sebagai “Bu Haji”. Ya, dengan positioning itulah warung ibu saya menikmati keunggulan bersaing (competitive advantage) dari para pesaingnya.

Penulis: Yusuf Wiisono, Staf Pengajar FEUI



MENEPATI JANJI (Bagian Satu)

Thursday, July 24th, 2008

Download PDF.

Dalam teori pemasaran, keberhasilan seorang produsen dalam mengambil (capture) dan menahan (retain) customer-nya, umumnya dikaitkan dengan keberhasilan sang produsen dalam memahami kebutuhan konsumen disertai proses pembelian yang nyaman dan memberi nilai (value) yang lebih dibanding kompetitor. Ketika seorang produsen mampu “memposisikan” dirinya sebagai penyalur (provider) yang superior dalam memberi value kepada target market tertentu, maka ia akan mendapat…



MENCARI CERUK PASAR (Bagian Dua)

Thursday, July 24th, 2008

Download PDF.
Sambungan dari bagian satu.

Segmentasi pasar ini sebenarnya telah diajarkan oleh Baginda Rasulullah kepada kita 14 abad yang lalu dengan sabdanya: “kita sekalian para Nabi, diperintahkan untuk berbicara dengan manusia sesuai dengan kadar akal mereka.” Karena itulah seringkali dalam menjawab satu pertanyaan yang sama, jawaban Nabi bisa berbeda-beda. Hal itu dikarenakan Nabi ingin agar produk yang dijualnya (Islam) laku…



MENCARI CERUK PASAR (Bagian Satu)

Thursday, July 24th, 2008

Download PDF.

Sewaktu masih bekerja di bilangan Sudirman, setiap pulang biasanya saya selalu naik Patas AC 10 atau AC 70 yang ke arah Kampung Rambutan. Seperti biasanya pula, saya selalu menyiapkan uang kecil disamping ongkos bis. Yah betul, untuk para pengamen yang hampir pasti selalu ada di setiap bis yang saya tumpangi. Pertama kali bertemu pengamen-pengamen ini, sekitar setengah tahun…



PROFESI BANGSA ACCRETIA

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.

JOB BANGSA ACCRETIA (RF ONLINE)

Bangsa accretia merupakan bangsa terkuat yang memiliki bermacam-macam job (profesi). Dalam pergantian profesi ini, Accretia memiliki 3 tingkat pergantian job. Di setiap job, kita memiliki kemampuan khusus yang hanya dapat dipakai oleh profesi itu. Dan senjata atau armor yang kita pakai pun harus sesuai dengan job kita. Berikut penjelasan job-job Accretia.

Pergantian profesi tingkat pertama…



JAMURAN

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.

[JAMU]ran Online

Mungkin agak lucu saat pertama mendengar nama ini. Namun ini adalah versi lain dari RAN online yang mungkin sudah kita kenal. Game MMORPG keluaran PT.Laxo ini memiliki fitur serta grafik yang sama dengan RAN online. Lalu apa perbedaannya dengan RAN online yang asli? Berikut penjelasannya.

Mungkin anda sangat lelah jika memainkan RAN online untuk menaikkan level karakter anda.…



GURU MENULIS BUKU PELAJARAN SENDIRI, SULITKAH?

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.

Buku adalah sumber ilmu yang tak ada habisnya yang seharusnya memang sangat diperlukan bagi siapa pun yang terlibat dalam dunia pendidikan khususnya. Selama beberapa tahun terakhir banyak orangtua siswa yang mengeluhkan mahalnya biaya buku pelajaran yang tiap tahun berganti. Buku sang kakak tak bisa lagi dipakai sang adik karena isinya sudah berubah. Urusan buku ini pun cukup menjadi…



Kenapa Inflasi Jahat? (Bagian Dua)

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.
Sambungan dari bagian satu.

Tangan-Tangan Kotor

Inflasi, biar bagaimanapun adalah hal yang merugikan dalam suatu perekonomian. Dalam dugaan awal kita, pasti kita berpikir bahwa semua orang tidak menyukai inflasi, dan semua orang dirugikan oleh adanya inflasi. Tapi ternyata yang terjadi tidak selalu demikian, kebanyakan orang memang tidak suka dengan inflasi, tapi ada segelintir orang yang bukan hanya suka, bahkan mereka…



Kenapa Inflasi Jahat? (Bagian Satu)

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.

Selalu menarik membicarakan uang. Uang sebagai penyimpan nilai menunjukkan bahwa semakin banyak uang yang kita punya akan semakin kaya diri kita, dan semua orang suka menjadi kaya. Maka dalam perkembangannya, uang akan mengalami apa yang saya sebut ‘konspirasi orang-orang cerdas egois’ yang dapat memanipulasi nilai uang dengan cara memahami cara kerja alamiahnya lalu menyabotasenya.

Money Creation

Uang bekerja secara alami…



Teori Konvergensi dan Liberalisasi Ekonomi (Bagian Dua)

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.
Sambungan dari bagian satu.

Liberalisasi Ekonomi

Namun kaum kapitalis di negara-negara maju berhasil meredam efek steady state dengan menggunakan taktik liberalisasi ekonomi. Kondisi steady state bisa “dimanipulasi” dengan beberapa cara. Pertama, liberalisasi tenaga kerja. Karena perbedaan tingkat upah, liberliasasi pasar tenaga kerja akan menyebabkan tenaga kerja mengalir dari negara-negara berkembang menuju negara-negara maju yang pada akhirnya akan menambah jumlah tenaga kerja di…



Teori Konvergensi dan Liberalisasi Ekonomi (Bagian Satu)

Thursday, July 17th, 2008

Download PDF.

Dalam ilmu ekonomi, teori konvergensi menyatakan bahwa tingkat kemakmuran yang dialami oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang pada suatu saat akan konvergen (bertemu di satu titik). Disebutkan bahwa akan terjadi catching up effect, yaitu kondisi ketika negara-negara berkembang berhasil “menangkap” negara-negara maju. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa negara-negara maju akan mengalami kondisi steady state, yaitu negara yang…